Halaman

Wednesday, May 3, 2017

WARNING...!!! Jangan di Lihat Deh Kalau Belum Dewasa

Masa Balita saya dilatih menjadi anak perempuan :)


Masa kanak-kanak saya habiskan dengan anak lelaki, jadi niat awal menjadi anak perempuan yang manis lambat laun memudar, dan jadilah remaja perempuan berjiwa lelaki :D

Hingga duduk di kelas 3 SMA semua tingkah nakal saya semakin menjadi-jadi.Anak yang bandel, biang kerok, tapi prestasi saya tidak pernah mati hingga suatu ketika saya merasa mendapat hidayah untuk berhijab.

Lambat laun saya harus merubah penampilan, meninggalkan semua dunia kelelakian saya. Mungkin saja saat saya kecil, saya tidak punya teman perempuan yang membawa pengaruh "feminin" sehingga saya kurang mengerti menjadi wanita.

Saya pernah mengikuti lomba modeling, modern dance dan lomba-lomba untuk wanita tapi jati diri saya menolak untuk menjadi orang lain. ini hasil-hasil mencoba jadi perempuan(wanita masih jauh dari jangkauan saya)

Lihat! Saya tampak begitu cantik bukan? Harusnya saya percaya hal ini, tapi saya merasa terjebak dalam tubuh seorang perempuan selama 18 tahun ini, bahkan saat saya berhijab-pun jiwa kelelakian saya masih begitu kuat, mulai dari bahasa tubuh, bahasa sehari-hari, teman-teman saya dan dunia saya itu seperti anak lelaki pada umumnya.

Saya yang menjadi cucu tertua kedua dikeluarga selalu dibanding-bandingkan dengan sepupu saya yang super "feminin", bagaimana tidak saya merasa kecil hati, saya mencintai kepribadian saya, dan saya tidak akan menjadi orang lain.

Tapi semua dunia saya seakan jungkir balik ketika saya memasuki gerbang perkuliahan. Bimbingan & Konseling yang saya ambil pada pilihan kedua SNMPTN memaksa saya merubah semua mindset dan merubah total penampilan serta pola hidup saya.

Pada awalnya saya meras di"paksa" untuk keluar dari raga saya menjadi sosok yang lain, namun lama-kelamaan saya rasa ini hal yang baik untuk hidup saya, bukan suatu keburukan yang menghancurkan jati diri saya. di FKIP saya melihat, ternyata wanita begitu cantik menggunakan rok, anggun dan sungguh memesona.

Awalnya saya risih melihat diri saya sendiri di depan cermin berlagak seperti yang lainnya, namun karena itu adalah kewajiban maka saya berusaha dengan maksimal menjadi wanita. mungkin tidak segampang itu, tapi saya yakin, semua hal yang bertolak belakang selama ini bisa berubah menjadi apa itu yang dinamakan "wanita" mungkin jika penampilan saja belum cukup dikatakan sebagai seorang wanita, tapi saya sebagai seorang calon "Konselor" handal dan guru yang baik akan saya buktikan pada dunia, semua bisa berubah asalkan ada usaha.

Saya tidak akan pernah melupakan jati diri saya selama 18 tahun belakangan, tapi saya akan berusaha menjadi wanita, keteguhan dan kegigihan saya akan saya tunjukkan dengan menjadi wanita yang utuh. Wanita anggun berkepribadian luar biasa, agar dunia tahu siapa saya.

Walau hanya seorang anak lelaki yng terjebak dalam tubuh perempuan, saya bisa menjadi wanita yang utuh. Jangan selalu anggap saya akan hidup dalam kebimbangan, karena sekarang saya rasa saya sudah mampu disebut "gadis" yang sebentar lagi menjelma menjadi "wanita" super power dengan penggabungan antara sifat anak lelaki dan wanita sejati :) GAnbatte Sheilla !!!!! Suatu saat dunia akan mengakui keberadaan saya :)

Tuesday, May 2, 2017

Siswa SD disetrum Kepala Sekolahnya


Wali Kota Malang Muhammad Anton tengah menyelidiki kasus penyetruman dilakukan Kepala Sekolah SD Lowokwaru 3 terhadap empat siswanya. Anton sudah meminta pihak dinas pendidikan Malang menyelidiki kasus tersebut.

"Sudah ada pemanggilan dan penanganan khusus ini. Kami sudah melakukan pemanggilan melalui Kepala Dinas Pendidikan," kata Muhammad Anton, Walikota Malang, Selasa (2/4).

Anton mengaku telah menerima laporan penyetruman tersebut adalah terapi kesehatan bukan sebuah sanksi terhadap murid tersebut. Sayang niat tersebut tidak disertai komunikasi yang baik dengan wali murid.

"Dalam hal ini bukan dalam arti disetrum, ada metode semacam alat kesehatan untuk pola pikir. Tetapi maksud baik ini tidak izin, apalagi koordinasi dengan Dinas Pendidikan," katanya.

Dia mengatakan, Dinas Pendidikan telah melakukan mediasi dengan mempertemukan antara Kepala Sekolah dan orangtua wali murid. Beberapa sudah sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

"Sudah dilakukan mediasi, orangtua sendiri sudah menerima. Namun ada satu (orang tua) yang belum bisa menerima," katanya.

Anton melihat tindakan kepala sekolah tersebut tidak lazim, kendati bermaksud baik. Saharusnya pemberian terapi atau apapun itu harus seizin Dinas Pendidikan maupun orangtua.

"Kesalahannya, ini kan tidak lazim, tidak pernah koordinasi," tegasnya.

Terapi itu, ditegaskan oleh Anton, dilakukan hanya di sekolah tersebut dan masih baru empat siswa yang diujicobakan. Soal pemberian sanksi, Anton masih menunggu hasil penyelidikan oleh tim penyidikan. Bentuk sanksi tentu akan disesuaikan dengan kesalahan yang dilakukan.

"Nanti pasti ada (sanksi), lihat dulu hasilnya. Sekarang proses penyidikan, kita lihat tujuannya apa? Arahnya ke mana? Sejauh mana, kok orangtuanya protes. Ini kan masih proses," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah mengungkapkan, pihaknya sedang melakukan pendalaman dengan mengumpulkan bukti-bukti. Pihaknya harus menelusuri kebenaran dan ketidakbenaran alat itu.

"Sudah dilakukan pemanggilan baik wali murid maupun kepala sekolah. Kita lakukan evaluasi dulu. Apakah memang betul yang salah sekolah atau bagaimana, alat itu bagaimana berkaitan denggan pelajaran atau tidak," terangnya.

Sementara, pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi terkait penyetruman empat siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Lowokwaru 3 Kota Malang. Penyetruman itu disebutkan murni sebagai sebuah terapi, bukan hukuman apalagi tindakan sentimen untuk siswa tertentu.

Kepala Sekolah SD Negeri Lowokwaru 3, Tjipto Yhuwono mengatakan, metode penyetruman itu sudah sekian lama dipelajarinya dan baru dilakukan pada empat muridnya tersebut. Penunjukkan empat siswa tersebut dilakukannya secara spontan.

Tindakan penyetruman itu sama sekali bukan penyiksaan, melainkan murni untuk terapi kesehatan untuk membantu konsentrasi. Tahapan terapi tersebut sebenarnya tidak hanya penyetruman, tetapi juga meditasi.

"Ini murni terapi, bukan tindakan sentimen," kata Tjipto Yhuwono.

Penyetruman itu dilakukan pada empat orang siswa berinisial RA, MK, MZ dan MA di musala usai Salat Dhuha, Selasa (25/4). Penunjukkan keempat siswa tersebut dilakukan secara spontanitas dan kebetulan.

Keempat siswa tersebut sedang ngobrol dan ramai usai menjalankan Salat Dhuha. Akhirnya keempatnya dipanggil untuk mengjalankan terapi tersebut. Tjipto juga mengatakan, bahwa alat terapi listrik itu berguna untuk membantu konsentrasi anak, termasuk mengetes kebohongan.

"Sama sekali bukan karena sentimen atau memberi hukuman. Mereka saya anggap seperti anak saya," tambahnya.

Tjipto juga mengakui tidak mengantongi lisensi alat tersebut, tetapi alat terapi itu dinilai aman dan sebelumnya sudah pernah diterapkan pada orang lain. Dirinya melakukan itu atas inisiatif pribadi setelah mendapatkan ilmu dari seorang rekan guru lain.

"Saya belajar dari guru saya, almarhum Marzuki Wahab, guru di SMPN 14," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, orangtua wali murid SD Negeri Lowokwaru 3 berniat menempuh jalan hukum atas tindakan penyetruman oleh Kepala Sekolah.

Versi AN, orang tua korban RA, akibat penyetruman itu beberapa bagian tubuh anak-anak merasakan sakit, bahkan mimisan. Anaknya juga mengalami trauma atas tindakan tersebut.

Tjipto mengungkapkan, telah melakukan pertemuan mediasi dengan orangtua wali murid. Mediasi telah dilakukan beberapa kali, termasuk dengan orangtua NA.

Hasil mediasi berupa permohonan maaf dan tidak mengulangi lagi yang tertuang dalam sebuah surat pernyataan. Namun pihaknya belum mengetahui adanya rencana laporan dari salah satu orangtua wali murid yang akan melaporkan ke polisi.

"Saya hanya dengar saja, katanya mau dilaporkan, tapi belum tahu," katanya. [gil]

Cristiano Ronaldo memberi Real Madrid kemenangan 3-0 atas Atletico di semifinal Liga Champion


Cristiano Ronaldo sekali lagi membuktikan dirinya sebagai orang untuk kesempatan besar karena hat-tricknya memberi pemegang keunggulan Real Madrid 3-0 di semifinal Liga Champions melawan rival sekotanya Atletico Madrid.
Pemenang Ballon d'Or empat kali tampaknya telah menyelamatkan yang terbaik untuk kompetisi utama Eropa musim ini, mencetak lima dari enam gol Madrid dalam kemenangan perempat final mereka yang berdenyut di atas Bayern Munich, dan dia memimpin pembuka setelah 10 menit di Santiago parau. Bernabeu.

Penggemar Madrid meluncurkan sebuah spanduk besar yang merayakan kemenangan terakhir 2014 dan 2016 di atas tetangga mereka sebelum kick-off dan Ronaldo memastikan ketegangan ujung jari dari kemenangan adu penalti dan hukuman penalti akan dikeluarkan dari dasi ini.
Kontes ini jatuh ke dalam irama akrab dan cagey akrab setelah jeda, tapi jimat Madrid campur tangan untuk membuat pertandingan terakhir Eropa di Vicente Calderon sebuah formalitas.
Ronaldo melontarkan tembakan tak terbendung ke pojok atas pada menit ke-73 dan mengklaim bola basket empat menit menjelang pertandingan usai, yang berarti sebuah daftar penderitaan menyedihkan di fixture Eropa berlanjut ke sisi Diego Simeone.
Benzema melakukannya dengan baik untuk menahan umpan silang Marcelo, namun Ronaldo masih memiliki banyak kaitannya dengan bola yang memantul dan Filipe Luis dalam posisi dekat.
Dia menenangkan dirinya untuk merobek sebuah serangan berbisa di luar Oblak yang tak berdaya dan membiarkan Atletico menatap merek kekecewaan Eropa yang terdistorsi sekali lagi - yang membuat semua lebih kuat saat pemain pengganti Lucas Vazquez menyiapkan Ronaldo untuk meraih gelar ketujuh Liga Champions.
goal.com